in

Perubahan Sistem Pemilu Legislatif 2019

pemilu legislatif 2019

Dalam pelaksanaan pemilu tentu saja aturan menjadi hal yang memang perlu diperhatikan dengan baik, maka untuk pemilu legislatif 2019 ini memang ada beberapa aturan main yang harus diketahui. Ada berbagai faktor yang melatar belakani seorang calon legislatif bisa terus melaju sampai ke kursi dewan. Setiap calon legislatif perlu melakukan adaptasi dengan beberapa hal yang memang terjadi perubahan bila dibandingkan dengan pelaksanaan pemilu pada tahun 2014.

Sistem Pemilu Terbuka

Sistem pemilu terbuka ini memang sudah dijalankan sejak tahun 2009 dimana calon legislatif dengan jumlah suara terbanyak akan langsung masuk ke DPR. Tidak seperti aturan sebelumnya yang mana jika seorang calon legislatif tidak berada di urutan teratas meskipun memiliki jumlah suara terbanyak belum tentu bisa mendapatkan kursi di DPR.

Presidential Threshold

Dikenal juga dengan istilah ambang batas presiden menjadi modal awal dalam mencalonkan presiden. Dengan adanya penetapan angka tertentu maka partai pengusung akan mengusahakan menyesuaikan jumlah kebutuhan suara tersebut terhadap angka yang sudah ditentukan sebelumnya. Sementara untuk pemilu legislatif 2019 ini berada di angka 20% suara kursi DPR atau 25% suara sah nasional. Jika sebelumnya pileg dan pilpres terpisah maka partai bisa dengan mudah menentukan dengan siapa akan melakukan koalisi, namun karena saat ini dilaksanakan secara bersamaan maka untuk ambang batas presidennya akan diambil dari perolehan suara pemilu di periode sebelumnya.

Parliamentary Threshold

Disebut juga dengan ambang batas parlemen merupakan syarat untuk sebuah partai politik bisa lolos ke DPR atau DPRD dengan suara terbesar sebanyak 4% di suatu tingkatan wilayah. Ambang batas ini ternyata sukses membuat beberapa partai politik gagal lolos di tahun-tahun sebelumnya karena tidak mencukupi angkayang sudah ditentukan. Apalagi angka 4% ini juga dirasa cukup sulit untuk partai yang baru berdiri atau partai kecil untuk melaluinya. Tentunya menjadi perjuangan untuk masing-masing partai politik untuk bisa mencapai ambang batas parlemen tersebut untuk bisa lolos ke DPR atau DPRD dengan mulus.

Metode Konvensi Suara

Sistem perhitungan suara yang akan dilakukan pada pemilu mendatang untuk menentukan caleg yang lolos adalah Saint League Murni. Metode ini dilakukan dengan menggunakan angka pembagi untuk mengalokasikan kursi yang diperoleh bagi setiap partai politik di sebuah daerah pemilihan (dapil). Angka yang digunakan untuk pembagi tersebut adalah angka ganjil, setelah jumlah suara dibagi dengan angka tersebut kemudian akan dibuat peringkat untuk menentukan siapa saja partai atau caleg yang lolos.

Beberapa perubahan tersebut perlu diperhatikan dengan baik terutama pada perhitungan suara serta ambang batas baik untuk presiden maupun parlemen. Sehingga dengan begitu nantinya tidak akan ada masalah pada pemilu legislatif 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

berita nasional

Pentingnya Selalu Update Berita Nasional

Nasi Box Jakarta

Nasi Box Murah Meriah Ala Catering Kos